Catatan

2 Tahun Tidak Pernah Nonton TV

Hmm… Gak ingat juga sih sudah berapa lama kebiasaan ini Saya tekuni, sekitar 2 atau 3 tahun lah… Bukan karena dirumah gak ada TV, Hmm tidak.. tidak.. tidak, dirumah ada kok TV, tapi rusak. TV-nya rusak? ya bukanlah, maksud Saya yang rusak itu tontonannya… Come on, tidakkah kita sadari bahwa tontonan sekarang banyak yang merusak generasi muda Indonesia?

Saya benar-benar bersyukur beberapa tahun terakhir Saya dan keluarga tidak lagi menonton TV. Tontonan tidak mendidik ini bukan hanya sekarang saja, tapi sudah mulai beberapa tahun yang lalu. Saya tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan menampilkan tontonan SAMPAH itu. Yang merekan fikirkan hanyalah ratting saja, tanpa peduni nasib generasi muda yang bisa teracuni fikirannya karena yang mereka sajikan.

Saya tidak hanya menyalahkan sii pembuat film itu, mereka telah gelap mata, yang mereka fikirkan hanyalah mencari ratting. Mereka tidak akan menayangkan apa yang telah mereka buat tanpa seizin KPI. Yaa.. Komisi Penyiaran Indonesia yang tugasnya mengelola apa-apa saja yang berkaitan dengan dunia pertelevisian di Indonesia. Mengapa mereka mengizinkan film-film Sampah itu tayang di Negri ini? Saya sendiri tidak habis pikir, apakah mereka dibayar untuk menayangkan film itu? kalau iya, hancurlah generasi muda Indonesia.

tv-ht-fo1

Mereka (KPI) tidak hanya mengizinkan film-film Sampah itu tayang di Indonesia, tapi mereka juga menghapus acara-acara hiburan bahkan film kartun yang sangat digemari masyarakat dengan alasan yang menurut saya tidak masuk akal. Film yang bersifat mendidik sudah tidak diapresiasi lagi dan mulai hilang satu persatu.

Oke.. kembali kepada acara Sampah diatas. Mengapa mereka terus menayangkan film Sampah itu? Karena masyarakat sangat menggemarinya… itu dia jawabannya…

Kita sabagai masyarakat Indonesia, harus bisa mengatasi masalah ini dengan serius. Bukanlah kepribadian kita dibangun berdasarkan lingkungan? Saya rasa tontonan juga termasuk kedalam hal yang bisa membangun kepribadian kita, bahkan apa yang kita tonton sangat berpengaruh terhadap diri kita. Untuk itu, pilihlah tontonan yang berkualitas, yang bersifat mendidik dan bisa memberikan wawasan yang luas kepada kita. Bukan semata tontonan hiburan dan omong kosong belaka. Bukankah kita diberi mata yang bisa melihat dengan baik? Maka manfaatkan pula dengan sebaik-baiknya… Coba kita perhatikan orang-orang yang tidak bisa melihat (maaf), mereka ingin sekali melihat indahnya dunia ini, mereka ingin mengetahui siapa yang melahirkan dan membesarkan mereka. Sementara kita yang bisa melihat, justru menikmati tontonan SAMPAH itu.

Saya tidak menyalahkan siapapun, ini semua adalah siklus kehidupan. Sebagai manusia yang mempunyai AKAL, tentu kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Maka dari itu, pilihkah yang baik dan tinggalkan yang buruk. Bukankah itu yang kita pelajari dari kecil?
Yang tidak bisa membedakan mana baik dan yang buruk adalah HEWAN yang punya otak tapi tidak punya akal.

Huft… padahal tadinya tulisan ini mau diisi tentang pengalaman Saya yang tidak pernah nonton TV selama beberapa tahun terakhir. Tapi hati dan fikiran Saya memerintahkan jari-jari ini untuk menuangkan uneg-uneg yang ada didalamnya. Semoga tulisan ini bisa kita ambil manfaatnya, paling tidak kita tahu bahwa apapun yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawaban…

Iklan

Diskusi

10 thoughts on “2 Tahun Tidak Pernah Nonton TV

  1. banyakan sinetronnya sekarang nama-nama hewan… wkwkwkwkw

    Suka

    Posted by TitinTrisnawati | 22 Desember 2015, 08.17

Berikan Komentar , Kritik dan Saran Anda mengenai Tulisan Saya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: